IMG-LOGO
News

Tahu Organik Towang, Kini Hadir di Kecipir

13 March 2017

Berawal dari sebuah kediaman sederhana di Malang, Jawa Timur,  diproduksilah Tahu Towang, yang mengedepankan proses produksi bersih dan menggunakan bahan-bahan yang terjamin. Karena itu, tahu produksi Towang makin dikenal dari mulut ke mulut. Selain bersih, rasanya juga amat lezat. Seiring dengan itu, tahun 2005 produksi tahu Towang hijrah ke Jakarta, dan mulai diperkenalkan secara luas pada tahun 2006.

Tak seperti produk lain, produk organik Towang diproduksi secara higienis. Hebatnya, pengolahan produk ini sudah menggunakan teknologi air RO (reverse osmosis). Alhasil, tingkat higienitasnya dipastikan amat tinggi. Selain memproduksi tahu organik yang sehat dan lezat, Towang juga memproduksi Susu Soya Organik. Sama seperti tahu, susu soya produksi Towang juga dihasilkan dengan tingkat higienitas tinggi dan bahan-bahan yang bermutu baik.

Tahu yang diproduksi oleh Towang merupakan pelopor tahu organik di Indonesia, dengan menggunakan air RO   (Reverse Osmosis) dalam kemasannya. Tahu ini juga dikemas dengan teknologi double packaging. Kelebihan lain, Tahu Towang telah mendapatkan izin dari BPOM, pengakuan dari Sucofindo dan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) Kelebihan dan manfaat Tahu Towang adalah:

  • Memiliki rasa yang lezat
  • Bahan baku kedelai organik
  • Menggunakan teknologi air RO (reverse osmosis)
  • Tanpa menggunakan pengawet, pemanis buatan, dan pewarna
  • Dapat menurunkan kolesterol, baik untuk kesehatan hati dan jantung
  • Merupakan sumber protein

Mengenal Proses Pengolahan Tahu

Sebagai penikmat tahu, tidak hanya kandungan gizinya yang perlu kita ketahui, mengenai cara pembuatannya pun menarik untuk diketahui. Mengenai bahan baku yang digunakan dalam pembuatan Tahu terdiri dari kedelai, air dan asam cuka. Kedelai merupakan bahan utama pembuatannya. Sedangkan mengenai air, semua tahapan pembuatan membutuhkan air dari proses perendaman, pencucian, pengilingan, pemasakan, maupun perendaman ketika sudah jadi.

Mengingat begitu banyak proses, jumlah air yang dibutuhkan tentunya juga banyak. Bahan lain yang digunakan adalah asam cuka. Asam cuka berfungsi untuk mengendapkan atau memisahkan air dengan konsentrat. Asam cuka mengandung cuka serta garam sehingga memiliki sifat yang asam.

Ada beberapa tahap pembuatan Tahu. Tahap pertama adalah perendaman. Saat tahap ini, kedelai harus dipastikan terendam semua. Tujuan dari merendam adalah untuk mempermudah proses penggilingan sehingga nanti hasil bubur dari penggilingan tersebut dapat kental. Selanjutnya kedelai yang telah direndam akan dilakukan proses pencucian dalam air yang mengalir. Setelah dicuci kedelai kemudian digiling dengan menggunakan mesin sehingga menjadi bentuk bubur kedelai.

Kedelai yang telah digiling kemudian direbus untuk mendenaturasi protein dari kedelai sehingga protein mudah terkoagulasi saat penambahan asam. Selanjutnya kedelai yang telah direbus. Disaring terus menerus sehingga didapatkan ampas yang disebut ampas kering.

Setelah disaring, cairan yang berwarna putih susu tadi ditambah dengan asam cuka untuk mengendapkan dan menggumpalkan protein sehingga dapat memisahkan whey dengan gumpalan. endapan yang ada tadi merupakan bahan utama untuk mencetak Tahu yang akan diakhir dengan proses pencetakan dan pengepresan.

Segudang Manfaat Tahu

Bertekstur lembut dengan warna alami putih, tahu sudah menjadi keseharian kita masyarakat Indonesia. Makanan dari olahan tahu juga begitu banyak ragamnya. Mulai yang paling sederhana, tahu goreng, hingga makanan olahan tahu dengan campuran beragam rempah untuk menambah cita rasa.

Dibalik kesederhanaannya, tahu ternyata memiliki begitu banyak manfaat. Sebagai produk olahan dari kedelai, kandungan zat-zat yang dimiliki tahu bermanfaat untuk kesehatan tubuh hingga membantu penyembuhan penyakit. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik). Hal ini membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Tahu juga kaya zat akan besi. Olahan kedelai ini menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram. Zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energi. Tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis. Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon (fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.

Di samping itu, tahu juga dapat membantu menurunkan berat badan. Mengonsumsi tahu yang memiliki kandungan protein tinggi membuat perut tidak cepat merasa lapar. Kandungan kalori yang rendah pada tahu (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan kalori ekstra untuk menu diet.

Sementara bagi penderita diabetes, mengonsumsi tahu adalah pilihan makanan yang baik. Sebuah penelitian dilakukan pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein kedelai dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air seni.

Hindari Konsumsi Tahu dengan Bahan Pengawet

Walaupun berasal dari China, tahu merupakan makanan yang amat populer di Indonesia. Hal ini disebabkan karena rasanya yang enak dan mengandung nilai gizi tinggi. Tahu juga dapat diolah menjadi berbagai masakan. Namun, belakangan harus diwaspadai tahu yang mengandung formalin serta bahan kimia berbahaya lainnya.

Untuk memperpanjang masa simpan, kebanyakan industri tahu yang ada di Indonesia menambahkan pengawet. Bahan pengawet yang ditambahkan tidak terbatas pada pengawet yang diizinkan, tetapi banyak pengusaha yang nakal dengan menambahkan formalin. Selain itu, banyak juga menambahkan pewarna methanyl yellow. Formalin dan metahnyl yellow merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang penggunaannya dalam makanan menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999.

Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 3040 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.

Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.

Sedangkan, pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki penampakan makanan. Penambahan bahan pewarna makanan mempunyai beberapa tujuan, di antaranya adalah memberi kesan menarik bagi konsumen, menyeragamkan dan menstabilkan warna, serta menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan penyimpanan.

Air rendaman tahu Towang juga khusus sehingga layak dikonsumsi dalam jangka waktu seminggu jika disimpan di dalam kulkas.

Perbedaan tahu Towang dengan tahu lain adalah tahu lain mungkin menggunakan bahan penggumpal kimia, sementara tahu Towang tidak sama sekali.

Kemasan untuk tahu Towang pun dibuat double packaging untuk menjaga higienitas agar tetap terjaga.

Sumber: http://www.towang.co.id

https://www.instagram.com/towang_id/

Total Page Visits: 1200 - Today Page Visits: 2

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh aplikasi kecipir.com untuk belanja lebih mudah