Segudang Manfaat Tahu
Bertekstur lembut dengan warna alami putih, tahu sudah menjadi keseharian kita masyarakat Indonesia. Makanan dari olahan tahu juga begitu banyak ragamnya. Mulai yang paling sederhana, tahu goreng, hingga makanan olahan tahu dengan campuran beragam rempah untuk menambah cita rasa.
Dibalik kesederhanaannya, tahu ternyata memiliki begitu banyak manfaat. Sebagai produk olahan dari kedelai, kandungan zat-zat yang dimiliki tahu bermanfaat untuk kesehatan tubuh hingga membantu penyembuhan penyakit. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik). Hal ini membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Tahu juga kaya zat akan besi. Olahan kedelai ini menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram. Zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energi. Tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis. Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon (fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.
Di samping itu, tahu juga dapat membantu menurunkan berat badan. Mengonsumsi tahu yang memiliki kandungan protein tinggi membuat perut tidak cepat merasa lapar. Kandungan kalori yang rendah pada tahu (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan kalori ekstra untuk menu diet.
Sementara bagi penderita diabetes, mengonsumsi tahu adalah pilihan makanan yang baik. Sebuah penelitian dilakukan pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein kedelai dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air seni.
Hindari Konsumsi Tahu dengan Bahan Pengawet
Walaupun berasal dari China, tahu merupakan makanan yang amat populer di Indonesia. Hal ini disebabkan karena rasanya yang enak dan mengandung nilai gizi tinggi. Tahu juga dapat diolah menjadi berbagai masakan. Namun, belakangan harus diwaspadai tahu yang mengandung formalin serta bahan kimia berbahaya lainnya.
Untuk memperpanjang masa simpan, kebanyakan industri tahu yang ada di Indonesia menambahkan pengawet. Bahan pengawet yang ditambahkan tidak terbatas pada pengawet yang diizinkan, tetapi banyak pengusaha yang nakal dengan menambahkan formalin. Selain itu, banyak juga menambahkan pewarna methanyl yellow. Formalin dan metahnyl yellow merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang penggunaannya dalam makanan menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999.
Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 3040 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.
Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.
Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.
Sedangkan, pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki penampakan makanan. Penambahan bahan pewarna makanan mempunyai beberapa tujuan, di antaranya adalah memberi kesan menarik bagi konsumen, menyeragamkan dan menstabilkan warna, serta menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan penyimpanan.
Air rendaman tahu Towang juga khusus sehingga layak dikonsumsi dalam jangka waktu seminggu jika disimpan di dalam kulkas.
Perbedaan tahu Towang dengan tahu lain adalah tahu lain mungkin menggunakan bahan penggumpal kimia, sementara tahu Towang tidak sama sekali.
Kemasan untuk tahu Towang pun dibuat double packaging untuk menjaga higienitas agar tetap terjaga.
Sumber: http://www.towang.co.id
https://www.instagram.com/towang_id/
Comments