IMG-LOGO
Pertanian Organik dan Zero Waste

Beras Organik Kecipir, Bukan Sekedar Beras Sehat Biasa

24 August 2020

Meski ada banyak alternatif sumber karbohidrat lain seperti umbi-umbian, jagung, dan sagu.  Hingga kini beras masih menjadi makanan pokok yang utama bagi kita.  Lantas mengapa sebaiknya kita mengonsumsi beras organik?

Apakah buliran beras non organik mengandung pestisida?  Meski pestisida di aplikasikan sangat intens oleh petani padi, bukankah bulir beras terlindungi oleh kulit padi?

beras organik

Ilustrasi penyemprotan pestisida di lahan sawah

Penggunaan Pestisida di Sentra Produksi Padi di Jawa Tengah

Penggunaan pestisida oleh petani padi cenderung berlebihan.  Baik itu dari sisi dosis maupun frekuensi penyemprotan.

Berdasarkan studi ini, petani di sentra produksi padi cenderung mengaplikasikan pestisida 2 -5 kali per pekan.  Bahkan ada petani di daerah lain yang mengaplikasikan pestisida hingga 10 kali per pekan.

Jenis pestisida yang digunakan pun cukup banyak.  Berkisar antara 7 – 58 jenis.  Jenis pestisida yang mereka gunakan umumnya adalah insektisida (pembunuh hama serangga), fungisida (pembunuh jamur), dan herbisida (pembunuh gulma).

Zat aktif yang terkandung dalam pestisida tersebut adalah piretroid, karbamat, organofosfat, neriktoksin, fenilpirazol, dan lain-lain.  Semua jenis pestisida tersebut menimbulkan dampak negatif.

Residu pestisida bersifat toksik dan persisten sehingga dapat membunuh biota tanah dan air.  Residu pestisida juga akan mencemari air tanah, air permukaan, air minum, hingga produk pertanian yang kita konsumsi.

 

beras organik

Sayang sekali jika beras merah bernutrisi tinggi ternyata tercemar pestisida pestisida

Dampak Negatif Pestisida yang Terkandung di dalam Beras

Organoklorin, organofosfat, dan karbamat adalah 3 jenis pestisida yang ditemukan pada tanaman padi dan lingkungan di sentra produksi padi.  Baik itu di lahan sawah maupun perairan sekitarnya.

Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa residu insektisida tidak hanya mencemari lahan sawah di Jawa Tengah.  Tetapi juga lahan sawah di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Organoklorin bekerja dengan cara merusak sistem syaraf serangga.  Kabar buruknya, racun ini tidak hanya bekerja pada serangga tapi juga pada mamalia.

Sama halnya dengan pestisida organofosfat, yang merusak sistem syaraf dengan cara memblokade penyaluran impuls syaraf.  Tidak hanya bersifat racun akut pada serangga.  Organofosfat juga sangat beracun bagi binatang bertulang belakang seperti ikan, burung, cicak, dan mamalia.

Sedangkan karbamat, bertahan di dalam tubuh hanya dalam waktu 1-24 jam.  Pestisida ini menghambat enzim asetilkolinestrease.  Enzim yang berperan mengembalikan syaraf ke posisi istirahat setelah aktif.

Efek racun karbamat lebih rendah dibanding dua pestisida sebelumnya karena dapat diekskresikan oleh tubuh.  Sedangkan organoklorin dan organofosfat dapat menyebabkan keracunan kronis yang bersifat karsinogenik (kanker).

 

beras organik

Aneka beras organik di katalog Kecipir, nformasi keorganisan dapat dilihat di deskripsi produk

Jenis-Jenis Beras Organik di Kecipir

Kecipir menyediakan beras organik yang terjamin bebas pestisida.  Sebab produsen beras kami telah mendapatkan sertifikat keorganisan dari ACT Organic, Biocert, QCS, LeSOS, dan PAMOR.  Bahkan beras organik ini telah mendapat sertifikat bebas residu pestisida golongan organoklorin, karbamat, dan piretroit.

Varian beras putih organik kami cukup lengkap yaitu beras Mentik Susu, Pandan Wangi, IR64, Rojolele, dan Jepang.  Tidak hanya beras putih, Kecipir juga menjual beras merah, beras coklat, dan beras hitam organik.

Kamu bisa mendapatkan beras organik tersebut di website atau aplikasi Kecipir.

Cek aneka sumber karbohidrat yang tidak kalah enak dari beras organik disini.

Total Page Visits: 229 - Today Page Visits: 4

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh aplikasi kecipir.com untuk belanja lebih mudah